Thursday, October 6, 2011

Lulusan PhD Pilih Jadi Guru SD



JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini makin banyak lulusan PhD atau tingkat doktoral (S-3) Singapura yang memilih menjadi guru sekolah dasar (SD) daripada menjadi dosen. Alasannya, menjadi guru SD lebih menarik karena dapat mengenal langsung anak-anak dan meletakkan dasar pengajaran kepada mereka. Salah satu lulusan PhD yang lebih memilih mengajar di SD itu adalah Dr Karen Soh.

Simfoni Isu: Dari Bom Hingga KPK, Dirigennya adalah…

1317907979961811635
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
By. Julianto Simanjuntak***
Negri ini berpenduduk banyak sekali, 240.000.000 (Dua ratus empat puluh juta jiwa). Banyak penduduk, banyak masalah. Beberapa masalah besar di Republik ini adalah  pemilihan Presiden, Gubernur dan anggota dewan.

Leak Bali By Wayan Budiatha

1317953027912948940
Seorang rekan dari luar Bali bertanya pada saya kemarin, benarkah di Bali ada leak yang bisa terbang, berubah wujud dan bikin sakit orang sekampung seperti dalam film calonarang? Saya jawab bahwa itu ranahnya para pakar leak, yang sampai sekarang masih berkutat seputar berapa jeniskah macamnya leak itu. Bagaimana mentranya, dan apakah leak boleh masuk tv atau ikut dalam kerusuhan adat seperti yang marak terjadi belakangan di Bali.

SBY dalam Kontrak Politik yang Berbahaya..


Oleh: Ajinatha
Adanya kontrak politik secara khusus antara Presiden SBY dengan partai-partai yang ada didalam koalisi membuat Presiden SBY tersandera secara politik, sehingga tidak bisa mengeluarkan sebuah kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan rakyat. Sekalipun hal ini berkali-kali dibantah, bahwa SBY tidak tersandera oleh kepentingan partai koalisi, namun pada kenyataannya terlihat jelas dengan gamangnya SBY saat menentukan kebijakan.

Hybrid Journalism Project: Join Us!

 

Hybrid Journalism
Sudah barang tentu, apa yang kita beritakan ingin diketahui banyak orang, terlepas dari penting atau tidaknya berita tersebut. Begitu pula harapan seorang wartawan profesional yang mencari berita untuk dibagikan kepada masyarakat melalui mainstream media. Namun terkadang, warga biasa (Non-jurnalis profesional) kerap menghadapi kendala, seperti kurangnya wadah untuk menyebarkan berita yang ingin disampaikan.