Sunday, December 11, 2011

Aksi Bunuh Diri Sondang Patut Diacungi Jempol ???

Aksi Bunuh Diri Sondang Patut Diacungi Jempol ???: "Orang Indonesia sering terpesona dengan peristiwa yang sensasional, yang menghebohkan, yang menjadi simbol perjuangan kaum tertindas, dll. Lalu mereka berbondong-bondong memberi acungan jempol terhadap peristiwa itu. Tak terkecuali terhadap (alm) Sondang Hutagalung, pelaku bunuh diri dengan bakar diri 7 Desember 2011 lalu. Begitu gencarnya para aktifis, politisi, kaum akademisi dan penggiat LSM yang bangga, memuji keberanian dan mengapresiasi tindakan bunuh diri itu seraya berharap bahwa bunuh diri almarhum dapat memicu semangat perjuangan rakyat terhadap ketidakadilan. Apakah sesederhana itu dasar apresiasi diberikan ? Apakah mereka tidak melihat dan memahami motif sebenarnya dalam diri Sondang ? Tidak ada bukti atau pesan tertulis yang menyatakan bahwa almarhum melakukan bunuh diri demi memperjuangkan keadilan dan anti korupsi ! Apakah karena lokasi bunuh diri ada di depan istana negara ? Apakah karena teriakannya yang lantang: “Berantas korupsi, hukum mati koruptor !”, "

'via Blog this'

Kasus Rekening Gendut PNS Muda: Ini Dia, Mereka adalah KPK yang Sesungguhnya

Kasus Rekening Gendut PNS Muda: Ini Dia, Mereka adalah KPK yang Sesungguhnya: "Inilah dia KPK sesungguhnya!

Di tengah-tengah gencarnya desakan agar KPK bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut tuntas rekening gendut para PNS muda (usia sekitar 28 tahun dengan jumlah kekayaan lebih dari Rp 100 miliar), muncul pernyataan dari Kejaksaan Agung yang nadanya malah membela para PNS muda yang memiliki rekening mencurigakan sampai ratusan miliar rupiah itu.

Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Marwan Effendy, pada 9 Desember 2011 bilang, kasus tersebut muncul bukan karena para PNS muda itu korup, tetapi karena mereka memang kesulitan mengelola uang proyek.

Sekarang ini, kata Marwan, para PNS muda itu takut menangani proyek. Mereka takut mengelola duit proyek. Daripada duitnya ke mana-mana, uang tersebut disimpan di rekening pribadi. Nah, data di PPATK melacak rekening tersebut, maka timbullah kecurigaan bahwa para PNS muda itu telah melakukan korupsi. Padahal bukan demikian yang terjadi."

'via Blog this'

Tuesday, December 6, 2011

allAfrica.com: Somalia: Journalists Arrested in Mogadishu Clampdown

allAfrica.com: Somalia: Journalists Arrested in Mogadishu Clampdown: "The National Union of Somali Journalists (NUSOJ) condemns the widespread clampdown by security forces of the Transitional Federal Government (TFG) of Somalia that has resulted in the arrest and detention of three radio journalists in Mogadishu."

'via Blog this'

DPR Telah Memilih Anak Bawang untuk Ketua KPK?

DPR Telah Memilih Anak Bawang untuk Ketua KPK?: "By Dedemit

Semua orang bisa jadi pengamat politik,termasuk bapak ane yang kerjanya tukang kredit.Bukannya malah mikirin orang orang yang gak bayar kreditan,bapak malah sempat sempatnya menceritakan dengan antusias tentang kekelahan pak Bambang W menjadi ketua dalam KPK idol.

Ane hanya bisa tersenyum simpul mendengar penuturan bapak yang berbusa busa tentang drama pemilihan pimpinan KPK itu.Antusiasnya malah mengalahkan ketika dia menceritakan “klien” kreditannya yang suka sembunyi ketika ditagih.Ane udah memperingatkan beliau,bahwa kita ngomong ditelpon,yang artinya setiap detiknya gak gratis jadi kenapa menghamburkan menit demi menit hanya untuk membicarakan KPK idol itu.”Apakah pemilihan ketua KPK itu tidak penting menurutmu?” Bapak bertanya dengan nada tersinggung.”Bukannya tidak penting Pak,tapi urusan dapur kita jauh lebih penting daripada idol idolan itu” ."

'via Blog this'

Orang Gila Bernama Dahlan Iskan

Orang Gila Bernama Dahlan Iskan: "Maaf! Saya harus bilang Pak DI GILA! Bayangkan, di saat pejabat lain, bahkan yang levelnya masih kroco, sudah berani nguing-nguing minta lewat di jalan tol dengan pengawalan, bapak ini malah nekat naik Kereta Api, dan bukan sembarang KA, ini KRL! Sungguh GILA!

"

'via Blog this'

Perceraian Emosi (Emotional Divorce)

Perceraian Emosi (Emotional Divorce): "- - By. Julianto Simanjuntak***

Seorang pengusaha beken, sebut saja Roy. Bisnisnya hebat, uangnya banyak. Tapi Sayang rumah tangganya tidak harmonis, selalu konflik dengan istri. Salah satu sebabnya Roy berkali-kali affair.

Dini istrinya mengidap depresi, sebab Suaminya tidak pernah berubah, malah makin parah. Selain tertekan secara emosi karena ulah suaminya, Dini merasa makin kesepian. Sebab suaminya makin sering keluar negri. Kalaupun di Jakarta sering menginap di hotel dengan teman kencan. Dini hanya sendirian di rumah bersama pembantu, sementara Anak tunggal mereka sudah setahun sekolah di luar negeri.



Lama Dini ingin bercerai dengan Suaminya, hanya dia menunggu Roy yang berinisiatif. Sebab dia sendiri takut dengan aturan agamanya. Meski Dini dan Roy serumah, sesungguhnya mereka sudah lama tercerai secara emosi."

'via Blog this'