Sunday, April 24, 2011

Intel Corp: Celeron Based on Sandy Bridge

13011054202135459284
Intel Celeron (Intel Corp)
Berita baru dari Intel Corp, pengiriman perdana Intel Celeron B810 based on Sandy Bridgearsitektur. Intel Celeron yang terbaru ini memilik daya pengolahan data dual core seperti Intel Dual Core i3, i5, i7 yang sangat handal.
Perbedaannya hanya Intel Celeron adalah murah meriah, sekitar Rp765 saja jika beli seribuan(partai besar). Dan juga memiliki speed 1,6 Ghz, cache-nya 2 MB; 35 Watts power.
Karena selama ini Intel Celeron bersaing dengan AMD Sepron, dengan diluncurkan chip terbaru ini, memungkinkan persaingan dalam perangkat komputer dan laptop murah semakin ramai saja. Karena kemurahan dan daya pengolahannya yang lebih baik, pemasaran Intel Celeron ini diharapkan membantu pabrik komputer untuk menekan harga jual, sehingga makin banyak orang mampu membeli.
Tentunya dengan harga yang sangat murah ini, Intel  Celeron harus mengorbakan daya penghematan energi; Turbo Boost 2.0, dimana pengaturan core proses antara power off to power on secara cepat;Quick Sync,dimana agak lambat mengubah format HD ke smartphone video format; tidak dapat mengirim HD video contets secara wirelessly.
Tetapi secara keseluruhan, seperti banyak pemakai laptop atau tablet PC sekarang sangat puas dengan produk AMD, Intel berharap bisa memenuhi keinginan pasar dimana semua orang bisa memiliki komputer untuk surf, membaca email, Facebook, Google Doc, Navigasi dan Microsoft Office 2010 via internet.
Sekali Intel Corp, menuju kepada keinginan semua orang didunia, khususnya di Indonesia untuk dapat memiliki akses, membagi, dan mengirim  informasi via Internet dengan harga yang terjangkau. Mungkin suatu waktu anak-anak sekolah diseluruh Indonesia memiliki laptop atau tablet PC dengan harga dibawah 2 juta rupiah.
Kita tunggu saja perusahaan seperti Samsung, HP, Dell, Asus, Toshiba, dan National Gobel untuk mewujudkan keinginan masyarakat luas.
sumber diambil dari Intel Corp

Intel Corp: Care Innovations

Intel CorpIntel-GE Care Innovations Corp, joint venture of Intel Corp dan GE mendapatkan izin dari FDA, Badan pengawasan obat dan kesehatan di AS,
untuk mengelola dan memasarkan
System Vitual Perawatan Kesehatan Panduan, adalah produk touch screen sehingga setiap hari pasien, dokter dan perawat dapat dengan mudahnya mengecek tekanan darah, detak jantung, kadar gula, daya tahan tubuh.
Konsultasi dengan pasien yang sudah dalam recovery stages di rumah,
dalam perjalanan ke rumah atau dirumah sakit.
1299353585498779410
Sumber: Intel Corp
Live Video Konferensi dimana pun dokter berada dan dimanapun rumah sakit berada.
Sistem ini sangat membantu dokter dan rumah sakit, secara virtual dapat mengembangkan kedaerah2 yang terpencil.
Dokter dapat melihat pasien dan sejarah detail pasien dengan cepat.
Pengawasan kesehatan dirumah atau di rumah sakit yang kekurangan dokter ahli.
12993536441312323211
Sumber: Intel Corp
Intel Quite Care, adalah produk software yang dirancang untuk mengawasi dan mempelajari kebiasaan pasien, dengan memasang motion detector disekeliling tumah, atau di rumah sakit, maka jika pasien bergerak atau meninggalkan ruangannya, alat ini memberikan peringatan kepada perawat.
1299354120830009342
Sumber: Intel Corp
Produk lainya adalah, Intel Reader, perangkat yang merubah teks menjadi teks digital, lalu ditransfer menjadi suara. Seperti Kombinasi Scanner dan virtual radio comunikasi.
Denganr Intel Reader, sangat membantu bagi para pasien dan anak2 yang memiliki kesulitan untuk belajar, dan membaca.
Untuk para tuna-netra sangat dibantu sekali, dengan demikian mereka dapat menyentuh, dan mendengar dalam proses belajar, atau membaca buku, secara bersama2 ataupun pribadi. Dengan demikian membuat mereka bisa independent dan saling berkolaberasi.
Produk2 ini akan tersedia bagi konsumen di pertengahan tahun ini.
Jadi semua masyarakat di Indonesia yang membutuhkan siap2 saja.
Jack Soetopo, From DC

Intel Corp: Science Talent Search 2011


Intel Science Talen Search(Intel STS) adalah lembaga yang paling bergengsi dalam Sains dan Riset teknologi untuk siswa tingkat SLTA di AS.
Sejak 1942, pertama kalinya berkerja dama dengan perusahaan Westinghouse dan ditahun 1998 bekerja sama dengan Intel Corp, SSP memberikan kesempatan secara National maupun International kepada para siswa SLTA yang berbakat dan cerdas untuk membuktikan dirinya dalam kompetisi dengan menyajikan riset yang original sehingga diakui oleh para ahli di dunia.
Pada tanggal 15 Maret 2011 ini di Washington, DC dihadiri oleh Presiden Obama.
Inilah pemenang pertamanya menerima $100,000 adalah Evan O’Dorney 17 thn, dari Danville, CA, dimana proyeknya dia membandingkan 2 cara untuk memperhitungkan Square root of an integer, serta menemukan cara yang mana yang tercepat. Bagi yang tidak paham matematika dan calculus memang membingungkan, tetapi Evan memungkin pemecahan beberapa perhitungan yang dapat di ecrypted datanya.
Pemenang ke 2 menerima $75,000.00 adalah Michelle Hackman 17, dari Great Neck, NY, proyeknya adalah dia mempelajari efek psykologis dari para remaja di AS jika mereka tidak menggunakan cellular phone, dan mempelajari tingkat kecemasannya.
Michelle adalah siswa tuna netra, yang berhasil melatih 10 staffnya untuk membantu dia melakukan riset dan pendataannya.
Pemenang ke 3 menerima $50,000 adalah Matius Miller18 thn, dari Elon, NC, proyeknya adalah dia menemukan bahwa bejolan-benjolan blade dari wind turbine dapat mempengaruhi aerodinamika, dan benjolan ini dapat juga meningkatkan kemampuan listrik.
Intel Corp President dan CEO Paul Otellini mengatakan, “Kreativitas dan kepemimpinan dari 40 Finalist yang Berbakat dalam bidang Matematika dan Sains sangat berpotensi besar sekali di masa depan bagi negara dan dunia”.
Tahun 2011 ini diikuti oleh 1,744 pelajar dari seluruh AS. Dan Intel telah mengeluarkan $1,25 juta buat 40 finalist.
Semoga tahun depan Intel Corp akan mengadakan acara yang hampir sama di Indonesia.
Kita tunggu saja kelanjutannya
Dikutip dari Intel Corp
Jack Soetopo

Intel Corp: How They Empowering The Next Generation of Inovations?

Sebagai perusahaan raksasa didunia didalam bidang semikonduktor dan nano teknologi.
Intel adalah memliki tanggung jawab dalam bidang Pendidikan.
Selama lebih dari 10 tahun, Intel Corp membantu dan bekerja sama dengan banyak negara2, masyarakat, sekolah2dan siswa2 60 negara didunia.
Apakah Pemerintah dan pendidikan di Indonesia bisa bekerja sama dengan Intel Corp?
12988552061419237436
Sumber: Google pix
12988552431004528563
Sumber: Google pix
Marilah kita kaji salah satunya, yaitu
Program Transformasi Pendidikan dari SD ke SLTA
Intel ® Education memungkinkan pengajaran abad ke-21 dan belajar melalui pengembangan secara gratis serta professional termasuk peralatan, dan sumber daya manusia yang sangat membantu guru2 dan para siswanya menggunakan teknologi komputer secara efektif.
1. Program Pelatihan dan Pengembangan Guru yang professional dalam menggunakan digital teknologi yang terbaru.
2. Sistem penilaian membantu siswa berpikir pada tingkat yang lebih tinggi dan menjadi mandiri.
3. Peralatan Online support yang membantu guru dan siswa mengexpresikan dirinya secara jelas dan berkolaberasi dengan sesame siswa yang lain.
4. Menggunakan cara2atau proyek nyata yang baru, menarik, menyenangkan, bergairah dalam pelajaran, sehingga guru dan siswa bersama-sama dapat merasa terlibat langsung dan bermakna.
5. Kesadaran bahwa dimasa depan siswa akan melihat secara global transformasi penyaluran informasi secara digital.
Siswa bisa belajar membayangkan bagaimana masa depan digital informasi akan sangat penting diseluruh kehidupan.
6. STEM (kepanjangan dari Science, Technology, Engineering and Mathematics) Kurikulum.
Kurikulum yang bersifat kompetisi dan sumberdaya online yang sangat menarik dan didesign merangsang siswa untuk mempelajari bidang studi Sains, Teknologi, Rekayasa dan Matematika (STEM).
Bagi para guru atau badan pendidikan swasta dan negeri juga siswa di Indonesia yang berminat,
Ditulisan yang akan dating saya akan mememaparkan bagaimana caranya berkerjasama dengan
atau mendapatkan program ini.
Bersambung……

Menghindari Kesalahan yang Fatal 1

Mini seri
Mengingatkan kembali Penduduk Indonesia baik yang merasa dirinya diatas, dibawah, dikolong jembatan, dihutan, disawah, dikebon, dilaut, dipantai, Africa, di Asia, di Amerika di Eropa dimana saja….kalau tidak tidak diingatkan, kita akan selalu bernyanyi lagu sama berulang2 tidak ada habisnya artinya kita selalu melakukan kesalahan2 yang fatal, akibat perbuatan kita kita bukan membawa kebahagian, justru menghancurkan bukan saja diri kita sendiri, tetapi masyarakat luas.
Sebagai kritik membangun, yaitu
  1. Kebiasaan.
  2. Pola berpikir.
  3. Hak asasi.
  4. Ambisi.
  5. Artikulasi
  6. Interaksi.
  7. Implementisasi.
Coba kita uraikan,
  1. Kebiasaan atau adat istiadat, Beragam2 adat istiadat di Negara kita. Ada yang ini atau ada yang itu. Ada yang saling bertentangan dengan yang lain ada yang mirip atau sama dengan yang lain. Oleh karena itu UUD sudah mengaturnya. Selama undang2 melarang, semua harus turut. Dalam Kehidupan bermasyarakat itu idealnya.
  2. Pola berpikir, setiap orang cara berpikirnya dipengaruhi oleh internal yaitu keturunan (by birth) dan external yaitu Dengar, Mencium, Melihat, Menyentuh. Oleh sebab itu seseorang dari dirinya sendiri, dia juga memerlukan bantuan dari banyak orang. Walaupun seorang pertapa pun memerlukan bantuan orang lain. Jadi pengertiannya bahwa seseorang bisa jadi berhasil memerlukan bantuan orang lain.
  3. Hak asasi, setiap orang lahir didunia, tidak pernah minta dimana dilahirkan. Tetapi setelah dilahirkan, mereka memiliki keinginan yang sama. Yaitu ingin Hidup, oleh karena kalau bayi lahir tidak menangis, bidan atau dokter mencoba menolong bayi untuk menangis, artinya membantu si bayi untuk menghirup udara. Dengan menghirup udara sehingga bayi itu bisa hidup. Kalau lapar dia menangis, kalau marah dia menangis, kalau kesepian dia menangis. Internal insting untuk dekat dengan ibunya,, seperti bayi tahu mana ibu mana bukan. Hak asasi ini yang terus dibawa sampai dewasa ( sadar atau tidak sadar).
  4. Ambisi, sejak kecil manusia memiliki ambisi. Ambisi itu dasar dari segala perbuatan2 yang akan dilakukan oleh manusia. Ambisi adalah salah satu dasar seseorang untuk berhasil.
  5. Artikulasi, adalah bagaimana mengeluarkan keinganan2, ambisi, emosi dengan kata2. Kalau melihat bayi, caranya dengan menangis. Sejauh mana seseorang bisa berartikulasi itu dipengaruh oleh cara Pola berpikir(No.2).
  6. Interaksi, adalah cara seseorang menghadapi orang lain. Dengan anggota keluraga, teman, tetangga, sekolah, kantor.
  7. Implementasi, adalah kombinasi dari 1 ke 6, ada yang menjadi guru, jaksa, polisi, presiden.
Dasar nya ini kita di Indonesia sudah ada(No1-6), dalam implementasinya (No7) memerlukan yang perlu kita tilik lebih jauh.
Bersambung….

In The End Of Newspapers?

13026176491908386351
Newspaper boy(bytypesets.wikidotdotcom)
Menurut pandangan umum sekarang ini  internet adalah penyebab kehancuran dari keuntungan media cetak tradisional seperti koran. Kita lihat dimana-mana seperti di AS dimana satu persatu media cetak mengalami krisis. PHK sudah menjadi sangat lumrah bagi mereka yang bekerja di bidang ini. Sedangkan para IT, computer designer, dan programmers menjadi komoditi yang sangat berharga.
Apakah Internet benar-benar adalah biang keladinya?
Phenomena ini sangat lah menarik, dan sangat  penting untuk diteliti lebih lanjut.
Menurut Michael Moore, seorang pembuat film, lahir 23 April 1954, salah satu film terkenal nya adalah Fahrenheit 9/11, mengatakan, alasan yang sederhana kenapa kehancuran media massa dan cetak adalah KESERAKAHAN SEMATA.
Dia mengatakan, “Bukan Internet yang menghancurkan dan mebunuh media cetak, sebaliknya Keserakahan Korporasi yang memiliki media massa dan cetak sekarang ini.”
“Surat Kabar telah membunuh dirinya sendiri. Kenapa? Lalu dia melanjutkan, “Surat kabar dijual kepada korporasi dalam beberapa tahun lalu, dengan hanya mementingkan keuntungan semata, dan telah jelas-jelas mengorbankan pengumpulan berita.  Dengan fundametal bisnis ini membuat surat kabar hanya mengejar oplah dan advertasing saja, dimana pemilik surat kabar ini mulai mengabaikan Basic Principles yaitu True Economics Base and Core Contituency.”
Seperti terjadi di Detroit, MI, dimana pemilik surat kabar memecat salah satu wartawan seniornya, karena meliput dan memberikan reportese mengenai keadaan yang menyangkut masyarakat lokal dan kejadian yang sebenarnya di kota Detroit. Dan masih banyak lagi kasus yang terjadi melanda seluruh media cetak, khususnya di Amerika.
Jika berita yang tidak menguntungkan tidak lah menjadi sesuatu yang penting lagi. Sehingga dalam pengambilan keputusan para executive mulai memotong anggaran yang semestinya untuk berita penting penduduk lokal, seperti buku, sosial, pendidikan, lokal reportese, dan pekerjaan buat warga setempat. Yang menjadi trend sekarang ini adalah “Entrepreneurial Journalism”.
Lalu siapa yang mendapatkan keuntungan? Tentu saja para excutive dan korporasi. Obesesi ini dengan keinginan mengejar Profit semata yang medorong ketidak adanya singkronisasi antara penduduk lokal dan media cetak lagi.
Bahaya yang mengerikan bagi Media Massa dan Cetak
Oleh sebab itu banyak pembicaraan mengenai pemerintah harus menolong media cetak dari kehancuran yang tak terelakan ini.
Tetapi dalam kenyataannya sebagian Media Massa dan Cetak yang ada mendorong mereka sendiri kekehancuran, dengan mengganti filisofi yang dulu dengan filisofi pencaharian keuntungan sebesar-besarnya. Dengan filisofi yang baru ini membuat mereka mengurangi biro khusus, investigatif reportese, real on the scene reportese (TKP), pendidikan dan keselamatan untuk baryi, anak-anak dan kaum muda, kesehatan anak dan ibu.
Seperti di Indonesia, phenomena sudah terjadi. dengan masuknya media korporasi dari seluruh dunia menanamkan modalnya dan mulai mengatur dan merubah kebijaksanaan tata cara dan filosofi media cetak yang ada.
Perlu dingat di dunia sekarang ini hanya sekitar 10 korporasi media yang memegang kendali terhadap apa yang menguntungkan apa yang tidak di media massa dan cetak di dunia.
Selaku pembaca, pertanyaannya adalah Apa Yang Anda Inginkan?
Korporasi2 ini memiliki filosofi yang berbeda dengan filosofi dasar dari media umum. Dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk menjaga status QUO, dimana berita yang sebenarnya tidak lagi menjadi relevan.
Oleh sebab itu sangat menyedihkan sekali banyak orang lebih menyukai bloger-bloger dan berita Internet, seperti Kompasiana, IReport from CNN, Blogger dari jurnalis tanpa profit semata.
Perdebatan mengenai Internet versus media cetak mainsteam adalah KOBOHONGAN DI SIANG BOLONG alias PEPESAN KOSONG saja.
Kenapa?
Karena pembaca merindukan berita yang akurat, yang bisa dipercaya, yang jujur, dan jelas. Bukan hanya lips service atau sudah dipoles belaka.
Seperti contoh yang jelas dalam reportese di Indonesia, kebanyakan selalu ditutup-tutupi dengan menggunakan kata-kata cliche, seperti “OKNUM”instead nama siapa yang jelas, JS instead Jack Soetopo, GS instead Gondoruwo SetanAdalagi berita mengenai sekolah yang rusak tida terurus tanpa memberikan nama siapa yang menjadi kepala sekolahnya, dan menanyakan langsung ke Kakanwil atau mungkin ke menteri Pendidikan. Mengenai pungli di jalan-jalan, dimana berita hanya menggunakan nama Oknum, padahal jika reporter yang berani, mereka menanyakan langsung kepada Komandan Polisi yang ada ditempat saat itu. Kalau perlu membuat investigasi reportese mengenai masalah yang merisaukan masyarakat. Tetap dengan alasan yang tidak masuk diakal, seperti tidak ada dana, tidak mau menggangu, atau sungkan.
Ini telah terjadi semua bidang, seperti Universitas, berita kesehatan, perlindungan anak-anak dan perempuan, TKI, luar negeri, daerah-daerah terpencil, pertanian, dan luar negeri. Sehingga wartawan yang ada hanya menjadi COPAS, atau menunggu berita yang masuk atau menerima berita saja (paper pusher). Dan sedihnya menjadikan Media massa dan cetak menjadi media gosip belaka tidak ada substansi nya lagi, karena hanya mengejar sensasi, dan keuntungan semata.
Semoga kita semua sebagai jurnalis warga mendukung keterbukaan dari media masa, dan media cetak dari kelalaian ini.

diambil dari banyak sumber georgewashingtonblog, CNN. Fox, Washingtonpost, DetroitNewslanjutan dari mini seri “Perjalanan hidup tukang becak